JURNAL SABDA PENELITIAN
https://ejurnal.sttabdisabda.ac.id/index.php/JSPL
<p><strong><img src="/public/site/images/lp2m_abdisabda/Cover_jurnal_penelitian-min1.jpg"><br>JURNAL SABDA PENELITIAN </strong>adalah jurnal ilmiah yang menyajikan hasil penelitian dan telaah ilmiah dari Dosen, Peneliti dan Praktisi. Jurnal Jurnal Sabda Penelitian merupakan <strong><em>open access</em></strong> yang diterbitkan dua kali dalam setahun yaitu pada bulan Juni dan Desember. <br><strong>JURNAL SABDA PENELITIAN </strong>dikelola oleh Waket I Bagian Akademik, Tim Editor Jurnal dan Pusat Penelitian dan Pengembangan Masyarakat Sekolah Tinggi Teologi Abdi Sabda Medan<br> Jurnal ini bertujuan untuk memberikan informasi, ide dan pendapat melalui penelitian dan kajian ilmiah yang fokus dalam bidang Teologi dan Pendidikan Kristen. Adapun topik utama yang diterbitkan mencakup :<br> 1. Bidang Teologia Sistematika (Dogmatika, Etika) <br> 2. Bidang Teologia Biblica (Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru)<br> 3. Bidang Teologia Historika (Sejarah Gereja, Ekumenika dan Misi)<br> 4. Bidang Teologia Praktika dan Pastoral<br> 5. Bidang Teologia Agama-agama dan Sosial <br> 6. Bidang Pendidikan Agama Kristen<br><br><a title="ISSN" href="https://issn.lipi.go.id/terbit/detail/20211201251169025" target="_blank" rel="noopener">ISSN : 2809-4107 (Online - Elektronik)</a></p>en-USJURNAL SABDA PENELITIANHIDUP OLEH ROH Suatu Tinjauan Eksegese Historis Kritis Tentang Hidup Oleh Roh Menurut Galatia 5:16-26 Diperhadapkan dengan Cyber Crime Revolusi Industri 4.0 dan Refleksinya bagi Jemaat GKPS Kongsilaita Sariahni Saragih, Pardomuan Munthe, Batara Sihombin
https://ejurnal.sttabdisabda.ac.id/index.php/JSPL/article/view/174
<p><span style="font-weight: 400;">Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana tinjauan eksegese historis kritis Galatia 5:16-26 serta pemahaman jemaat GKPS Kongsilaita mengenai hidup oleh Roh diperhadapkan dengan </span><em><span style="font-weight: 400;">cybercrime </span></em><span style="font-weight: 400;">revolusi industri 4.0. Penelitian ini menggunakan metode </span><em><span style="font-weight: 400;">library research </span></em><span style="font-weight: 400;">(kajian kepustakaan) dan metode kualitatif. Kajian pustaka mendukung sumber eksegese penulis dan dengan wawancara mencoba meneliti dan menemukan fakta di tengah </span><em><span style="font-weight: 400;">cybercrime </span></em><span style="font-weight: 400;">secara langsung apakah jemaat memahami apa itu hidup oleh Roh berdasarkan eksegese yang telah dikaji berdasarkan kepustakaan. Dari hasil penelitian tersebut diperoleh fakta bahwa jemaat tidak mengerti apa itu hidup oleh Roh. Adanya pandangan jemaat bahwa tidak ada orang Kristen yang dapat hidup oleh Roh. Perkembangan zaman mempengaruhi pola pikir dan tingkah laku jemaat. Terdapat beberapa jemaat sebagai pelaku dan korban </span><em><span style="font-weight: 400;">cybercrime </span></em><span style="font-weight: 400;">di era revolusi industri 4.0. Namun orang Kristen dianjurkan dan dikatakan hiduplah oleh Roh, sebab siapa yang telah mengenal Kristus maka ia akan hidup oleh Roh. Hidup oleh Roh bukanlah suatu usaha yang berasal dari dalam diri orang Kristen namun Roh yang memampukan orang Kristen untuk hidup oleh Roh sehingga menghasilkan buah Roh. Paulus mengatakan semua orang dapat hidup oleh Roh apabila mau menjadi milik Kristus dan mau dipimpin Roh. Maka disarankan agar orang Kristen hidup oleh Roh, agar benar-benar hidup sebagai milik Kristus.</span></p>Sariahni SaragihPardomuan MuntheBatara Sihombing
##submission.copyrightStatement##
2023-06-282023-06-2831AEK SIPITU DAI (Tinjauan Dogmatis Terhadap Pemahaman Warga Aek Sipitu Dai tentang Aek Sipitu Dai yang Dipercayai Mengabulkan Segala Permintaan Melalui Ritual Pangurason dan Implikasinya bagi Pertumbuhan Iman Jemaat GKPI Sagala
https://ejurnal.sttabdisabda.ac.id/index.php/JSPL/article/view/175
<p><span style="font-weight: 400;">Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui kajian dogmatis tentang </span><em><span style="font-weight: 400;">aek sipitu</span></em> <em><span style="font-weight: 400;">dai </span></em><span style="font-weight: 400;">yang dipercayai mengabulkan segala permintaan melalui ritual </span><em><span style="font-weight: 400;">pangurason</span></em><strong><em>. </em></strong><span style="font-weight: 400;">Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian </span><em><span style="font-weight: 400;">Library </span></em><span style="font-weight: 400;">Research (Penelitian kepustakaan),</span><em><span style="font-weight: 400;"> Field Research </span></em><span style="font-weight: 400;">(Penelitian Lapangan), wawancara dan metode kuantitatif dengan cara membagikan angket kepada responden yang ada di lokasi penelitian yakni sebanyak 387 jiwa (populasi), maka penulis mengambil sampel sebanyak 10 % dari banyaknya populasi yakni sebanyak 39 jiwa. Penelitian dilakukan dengan dua model hipotesa, pertama hipotesa ditinjau secara dogmatis; kedua hipotesa pendukung implikasi. Dari hasil penelitian yang penulis lakukan ditemukan bahwa warga Desa </span><em><span style="font-weight: 400;">aek sipitu dai</span></em><span style="font-weight: 400;"> memahami bahwa </span><em><span style="font-weight: 400;">aek sipitu dai </span></em><span style="font-weight: 400;"> berasal dari nenek moyang yakni </span><em><span style="font-weight: 400;">Langgat Limbong Mulana</span></em><span style="font-weight: 400;">, yang rohnya masih mendiami </span><em><span style="font-weight: 400;">aek sipitu dai </span></em><span style="font-weight: 400;">dan diyakini bahwa </span><em><span style="font-weight: 400;">aek sipitu dai</span></em><span style="font-weight: 400;"> dapat mengabulkan permintaan melalui ritual </span><em><span style="font-weight: 400;">pangurason.</span></em><span style="font-weight: 400;"> Jika ditinjau secara dogmatis bahwa </span><em><span style="font-weight: 400;">aek sipitu dai </span></em><span style="font-weight: 400;">berasal dari Allah. Keajaiban </span><em><span style="font-weight: 400;">aek sipitu dai</span></em><span style="font-weight: 400;"> yang dapat mengabulkan permintaan itu terjadi hanya karena kuasa Tuhan terhadap ciptaanNya. Calvin juga menyatakan bahwa Allah menetapkan segala sesuatu baik. Jadi keajaiban-keajaiban</span><em><span style="font-weight: 400;"> aek sipitu dai </span></em><span style="font-weight: 400;">itu adalah dari Tuhan untuk kebaikan dan keselamatan manusia, agar manusia merenungkan kuasa dan anugerahNya, sehingga mendorong manusia untuk percaya kepadaNya, berseru kepadaNya. Menurut pokok-pokok pengakuan iman Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI), seluruh ciptaan ditempatkan Allah dalam keselarasaan yang saling menopang dan menghidupkan, sejalan dengan kasih karunia pemeliharaanNya atas ciptaanNya. Penulis menyarankan kepada setiap gereja agar memberikan pengajaran-pengajaran yang benar akan keajaiban-keajaiban dalam ciptaan Allah. Dengan adanya pembaharuan pemahaman yang benar akan ciptaan Tuhan, maka tidak ada lagi pemahaman yang keliru dan menyalahgunakan budaya di tengah-tengah jemaat.</span></p>Dorkas SimbolonPardomuan munthe
##submission.copyrightStatement##
2023-06-282023-06-2831SURGA (Suatu Tinjauan Dogmatis Terhadap Pandangan Jemaat HKI Okuli Babussalam Tentang Surga Sebagai Tempat Terakhir Bagi Orang Kudus)
https://ejurnal.sttabdisabda.ac.id/index.php/JSPL/article/view/176
<p><span style="font-weight: 400;">Penulisan ini bertujuan untuk mendapatkan kebenaran serta memberikan penjelasan yang benar khususnya secara dogmatis tentang surga sebagai tempat terakhir bagi orang kudus. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian </span><em><span style="font-weight: 400;">Library </span></em><span style="font-weight: 400;">Research (Penelitian kepustakaan),</span><em><span style="font-weight: 400;"> Field Research </span></em><span style="font-weight: 400;">(Penelitian Lapangan), wawancara dan metode kuantitatif dengan cara membagikan angket kepada responden yang ada di lokasi penelitian yang berjumlah 366 jiwa (populasi), maka penulis mengambil sampel sebanyak 10% dari banyaknya populasi sehingga responden berjumlah 36 jiwa. Adapun hasil penelitian yang penulis lakukan ditemukan bahwa jemaat HKI Okuli Babussalam memiliki pemahaman yang keliru terhadap surga. Jemaat memahami bahwa perbuatan baik merupakan syarat utama menuju surga dan semua orang yang beragama Kristen jika meninggal sudah pasti masuk surga. Oleh karena itu jika ditinjau secara dogmatis sesuai dengan pandangan Luther bahwa perbuatan-perbuatan baik yang dilakukan oleh orang-orang percaya, tidak dapat menjamin bahwa surga tersedia bagi mereka melainkan manusia dibenarkan/diselamatkan </span><em><span style="font-weight: 400;">sola fide </span></em><span style="font-weight: 400;">(oleh iman saja) dan </span><em><span style="font-weight: 400;">sola gratia </span></em><span style="font-weight: 400;">(oleh rahmat Allah saja). Ini berarti surga bukan hanya sekedar tentang perbuatan-perbuatan baik atau tindakan yang dilakukan selama hidup melainkan hanya oleh anugerah Allah. Menurut HKI bahwa setiap orang Kristen yang meninggal sudah pasti masuk surga jika mereka meninggal dalam iman, sebagai orang beriman, orang percaya dan tentunya sebagai warga gereja mereka telah dibaptis. Untuk itu penulis menyarankan kepada gereja dan untuk seluruh pelayan Tuhan untuk semakin meningkatkan pelayanan khususnya dalam pemeliharaan bidang iman/rohani. Sehingga melalui kegiatan-kegiatan pelayanan yang dilakukan membuat jemaat memiliki pemahaman yang benar terkhusus akan kepastian surga. Akhirnya melalui pemahaman yang baik dan benar tentang surga itu dapat dijadikan sebagai motivasi bagi orang-orang yang ada di dalam Kristus (jemaat) untuk lebih giat membangun imannya sebab mereka tahu pengharapan besar yang ada dibalik perjuangan iman mereka yaitu kehidupan kekal yang ada di surga.</span></p>Relita OctavianiPardomuan Munthe
##submission.copyrightStatement##
2023-06-282023-06-2831DUKUNGAN KOLONIAL TERHADAP MISI NZG DAN RMG DI DATARAN TINGGI TANAH KARO (1901-1907)
https://ejurnal.sttabdisabda.ac.id/index.php/JSPL/article/view/177
<p><span style="font-weight: 400;">Penelitian ini mencoba menjelaskan bagaimana dukungan kolonial terhadap misi di dataran tinggi Karo. Misi NZG dimulai di Tanah Karo (Buluhawar) pada tahun 1890. Kemudian misi belum memasuki dataran tinggi Karo pada saat itu. Tahun 1901, misi mulai dilakukan di dataran tinggi Karo oleh seorang misionaris RMG yang diperbantukan kepada NZG. Akan tetapi gagal karena adanya perlawanan oleh masyarakat di dataran tinggi Karo. Penelitian ini memakai metode deskriptif kualitatif dengan membaca buku-buku, arsip-arsip yang ada di perpustakaan-perpustakaan, museum dan kantor Moderamen GBKP. Hasil yang didapat bahwa benar kolonial membantu masuknya misionaris ke dataran tinggi Karo. Sebaiknya misi tidak dilakukan dengan cara kekerasan tetapi dengan cara damai.</span></p>Mehamad Wijaya Tarigan
##submission.copyrightStatement##
2023-06-282023-06-2831KETERLIBATAN MAHASISWA TEOLOGI DALAM PRAKTEK OKULTISME (Suatu Penelitian Terhadap Mahasiswa Teologi tentang Praktek Okultisme Ditinjau dari Teologi Biblika)
https://ejurnal.sttabdisabda.ac.id/index.php/JSPL/article/view/179
<p><span style="font-weight: 400;">Penelitian ini bertitik-tolak dari masih adanya kasus-kasus kesurupan di asrama atau kampus STT Abdi Sabda Medan. Kasus-kasus kesurupan tersebut selalu terjadi di setiap semester berjalan terutama pada saat di awal semester bagi para mahasiswa baru. Kesurupan tersebut bisa terjadi di dalam ibadah pelayanan pelepasan (deliverance ministry) tetapi juga di saat pembelajaran di ruang kuliah atau bahkan saat ibadah di Chapel STT Abdi Sabda.</span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Ada pun yang menjadi tujuan penelitian ini adalah: (1) Memenuhi kebutuhan dan kewajiban para dosen dan mahasiswa untuk melakukan tugas penelitian bersama secara berkolaborasi, dalam rangka memenuhi Tridharma Perguruan Tinggi Teologi di Indonesia; (2) Memberikan informasi akurat tentang keberadaan dan kepribadian para mahasiswa STT Abdi Sabda Medan selaku calon Pendeta dan guru agama Kristen di gerejanya masing-masing dan di sekolah-sekolah; (3) Melihat korelasi materi pokok-pokok pengajaran dalam mata kuliah biblika (khususnya biblika PL) dengan kehidupan riel para mahasiswa STT Abdi Sabda Medan.</span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif khususnya melalui wawancara tertulis terhadap seluruh mahasiswa Program Studi Teologi Tingkat 3 (Stambuk 2020) sebanyak 93 orang yang terbagi kepada tiga ruang kelas (3A, 3B dan 3C). Wawancara diadakan seusai perkuliahan masing-masing. Kemudian penelitia mengumpulkan seluruh formulir isian wawancara untuk dibaca dan diolah data-datanya.</span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa meskipun seseorang sudah mengaku sebagai orang Kristen sejak masa lahirnya, ternyata hal itu tidak menjadi jaminan bahwa dia tidak lagi pernah terlibat dengan kuasa-kuasa atau roh-roh kegelapan seperti pergi ke dukun. Bahkan sebagian dari mereka dan anggota keluarganya masih ada yang mengalami kesurupan di waktu-waktu tertentu. Sama halnya dengan para mahasiswa teologi sudah belajar teologi selama tiga tahun juga tidak menjadi jaminan bahwa mereka tidak terlibat melakukan kegiatan okultisme, meskipun mereka sudah tahu bahwa hal dan kegiatan seperti itu adalah hal yang sangat dilarang di dalam Alkitab yang menjadi Kitab Sucinya.</span></p>Jontor Situmorang
##submission.copyrightStatement##
2023-06-282023-06-2831