Mengetahui Trinitas dan Monotheisme tapi tidak memahami; Ulasan Dogmatis terhadap kondisi Kritis Pemahaman Teologi Warga Jemaat terhadap Trinitas dan Monotheisme
Abstract
Tujuan penelitian ini adalah mengenal pandangan teologi warga jemaat mengenai Trinitatis dan Monotheisme. Metode penelitian secara kwantitatif, yakni dengan menjalankan angket pertanyaan pilihan. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 kurun waktu selang 5 tahun, yaitu 2017 dan 2022 di 6 wilayah kabupa-ten/kota (gabungan). Hasil penelitian. Setelah meneliti di 176 gereja terungkap bahwa ada keragaman pandangan jemaat. Penyebab keragaman itu adalah karena jemaat tidak mendapat pengajaran dari Gereja. Akibatnya, telah terjadi krisis pandangan teologi jemaat. Dengan temuan ini dapat disimpulkan bahwa, meskipun gereja telah mencetak dan mempublikasikan akta pengakuan iman Nicea-Konstantinopel, sebagai pengakuan iman bersama yang dianut oleh semua gereja yang mengaku sebagai gereja yang kudus dan am, namun tetap saja warga jemaat mempunyai keragaman pandangan. Untuk itu disarankan agar gereja tidak menjadikan akta pengakuan iman Nicea-Konstantinopel sebagai dokumen yang tersimpan di rak-rak buku gereja. Gereja harus mengajarkan, menjelaskan dan mewartakannya kepada warga jemaat. Dengan itulah pandangan trinitas dan monotheisme dapat disatukan, sehingga bukan hanya Allah kita esa, tetapi juga pandangan kita bersama.