SUMANGOT Suatu Tinjauan Dogmatis terhadap Pemahaman Warga Dusun Siambalo Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir tentang Berdoa Kepada Sumangot dan Implikasinya bagi Kehidupan Bergereja Warga Jemaat GKPI Siambalo
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang seharusnya menurut Alkitab dan ajaran keKristenan tentang keyakinan warga Dusun Siambalo mengenai berdoa kepada sumangot tanpa mendiskriminasi apa yang dilakukan dan diyakini warga Dusun Siambalo. Berdoa kepada sumangot adalah meminta berkat kepada roh orang mati berupa kesehatan, kekayaan dan kesembuhan. Berdoa kepada sumangot sudah ada sejak zaman nenek moyang dan sudah menjadi keyakinan turun temurun dilakukan orang Batak terkhusus warga Dusun Siambalo. Penelitian ini menggunakan metode campuran yaitu kuantitatif dan kualitatif dengan menyebar angket serta melakukan wawancara dengan pembahasan-pembahasan yang bersifat dogmatis dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana seharusnya memandang sumangot dari sudut pandang Alkitab dan dogmatika Kristen. Hasil penelitian ini adalah warga Dusun Siambalo percaya bahwa roh orang mati masih memiliki hubungan dengan orang hidup dan dapat memberikan berkat melalui memberikan sesajen-sesajen yang disampaikan dengan berdoa kepada sumangot. Cara itu dipandang sebagai alasan menghormati roh orang mati yang dipercaya memiliki kuasa memberikan berkat. Keyakinan yang di pahami warga Dusun Siambalo ini bertentangan dengan ajaran Alkitab. Karena itu gereja diharapkan hadir untuk menyapa jemaat, artinya memberikan pemahaman kepada jemaat bahwa Allah satu-satunya sumber berkat dan doa permohonan hanya layak disampaikan kepada-Nya. Pemahaman dan tindakan kepada jemaat harus jelas dan tegas. Agar warga jemaat tidak lagi menyamakan kuasa Allah dengan kuasa roh orang mati. Dengan begitu orang-orang percaya hanya berdoa kepada Allah saja.