Pencarian Jurnal STT Abdi Sabda Medan
Judul Jurnal : DISABILITY
ISSN / e-ISSN : 1907–0861 / -
Tanggal Terbit : 2013-12-01

KATA PENGANTAR

Salah satu isu yang kontroversial dalam dekade terakhir ini dalam dunia gereja adalah pergumulan antara penyuaraan Injil Sosial (Social Gospel) dan  mereka yang ingin tetap tinggal menyakini bahwa tugas utama pewartaan gereja adalah spiritualitas. Sementara sebuah pemahaman yang meliputi injil secara keseluruhan juga bertumbuh dari kedua pihak, namun pergumulan itu masih tetap berlangsung. Pergumulan tersebut juga mencakup pemahaman orang percaya akan kehadiran Allah.

Gambaran Allah yang telah disempurnakan dalam diri Yesus Kristus. Maka hakikat kemanusiaan kita di dalam Kristus adalah tugas untuk memelihara kehidupan. Tidak bisa tidak, tanggungjawab itu mesti dikembangkan oleh gereja. Banyak metode pendekatan yang telah dilakukan terhadap misi seperti itu. Di India ada Teologi Dalit, di Korea ada Teologi Minjung, di Amerika Latin ada Teologi Pembebasan. Semua itu adalah wujud tanggungjawab dan peran sosial gereja dalam memelihara dan meningkatkan harkat kehidupan yang sudah diaturkan oleh Allah sendiri. Perjumpaan atau persinggungan nilai yang konstruktif bagi kehidupan akan menghasilkan transformasi bagi gereja. Asal nilai-nilai itu dilihat sebagai sebagai sumber-sumber otentik dan tidak hanya dilihat sebagai komplemen dari proses transformasi itu. Sebagaimana kata Gutiérrez yang dikutip Harvie M. Conn, bahwa  konteks teologi adalah sebuah teologi yang tidak pernah henti berefleksi di dunia ini, namun tetap mencoba untuk menjadi bagian dari proses di dalam mana dunia ditransformasi. Ia menjadi teologi yang terbuka menolak kemapanan martabat kemanusiaan, pergumulan terhadap penindasan, ketidak-adilan melalui kasih yang membebaskan, dan membangun sebuah masyarakat yang baru, adil dan penuh persaudaraan, menjadikannya sebagai Kerajaan Allah

Dengan demikian tulisan dalam jurnal ini membahas tentang gambaran perlunya peran gereja sebagai pewaris pelayanan Yesus di dunia ini. Diperlukan pemahaman ulang atas tugas-tugas gereja, yang kini dikenali dalam Tri-tugas pelayanan gereja : Koinonia, Marturia dan Diakonia sebagai satu pelayanan yang utuh dan menyeluruh (holistik), terutama pelayanan kepada mereka yang memiliki keterbatasan (disabilitas). Biro Laetitia (sebuah biro pelayanan sosial Keuskupan Agung Jakarta) dari Lembaga Daya Dharma mengadakan sebuah seminar bertema "Cacat Fisik dan Mental: Berkat atau Kutuk?". Seminar yang diadakan di aula Gereja Katedral itu bertujuan untuk menciptakan pemahaman yang lebih benar dan tepat tentang kecacatan dan penyandang cacat dalam kehidupan menggereja.  Perubahan persepsi itu perlu. Perubahan dari paradigma charity (belas kasihan) ke paradigma rights (hak asasi), dan dari pemahaman sebagai sebuah kutukan ke pemahaman sebagai sebuah berkat. 

Sebagai umat kristiani atau anggota Gereja, para penyandang cacat tidak dapat dipisahkan dari kehidupan menggereja. Umat yang cacat,  buta, bisu, tuli, lemah mental, dan pincang mempunyai hak dan kewajiban yang sama untuk memahami dan melaksanakan aturan dan ajaran Gereja,.  Para pemimpin dan anggota Gereja mestinya berpandangan positip dan berinteraksi dengan orang cacat dan keluarganya. Sekalipun penyandang cacat memiliki keterbatasan mental, sensorik, ataupun intelektual, mereka tetap merupakan pribadi utuh. Mereka berhak untuk menikmati hal-hal yang suci dan tidak boleh diasingkan seperti yang dinikmati setiap manusia lainnya.

Untuk itu tema tulisan di jurnal kali ini adalah GEREJA DAN DISABILITAS. Beberapa ulasan terkait tema ini diharapkan semakin menyadarkan kita tentang perlunya pelayanan kepada kaum disabilitas sebagai bagian integral dari tugas gereja/umat Kristen, bukan hanya di lingkungan jemaat kita melainkan di seluruh tempat dan masa. Selamat membaca, Tuhan memberkati.

 

Rerdaksi

 

 

DAFTAR ISI

Artikel Utama:

1.  Memberdayakan yang Tidak Berdaya

2.  Perjanjian Baru dan Disability

3.  Pelayanan Bagi Penyandang Cacat (Disability Ministry)

4.  Gereja dan Disabilitas: Katekese Tuna Grahita

5.  Gereja dan Peyandang Disability

6.  Orang Disabilitas dan Gereja Atau Gereja dan

     Orang Disabilitas

 

Wacana Teologia

1. STT Abdi Sabda dan Tugas Diakonia

Renungan:

1. Saling Menanggung Beban